Kamis, 16 Mei 2013

MAKALAH RANGKA MANUSIA

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Tubuh manusia tersusun atas beberapa system,yaitu sisem tubuh yang lunak dan system tubuh yang keras. System tubuh yang keras meliputi system intergumen dan system rangka. Manusia tidak dapat berdiri dengan tegak apabila tidak memiliki sistem tubuh yang yang keras,yaitu tulang. Mulai dari kepala sampai jari-jari didalamnya terdapat tulang yang menopang tubuh.jumlah tulang waktu masih bayi dan dewasa berbeda. Pada waktu kecil lebih banyak tulang rawan dibandingkan pada waktu dewasa.rangka tidak hanya terdapat pada manusia saja,namun juga terdapat pada hewan. Pada hewan fungsi rangka hampir sama dengan fungsi rangka pada manusia,namun pada hewan terdapat endoskeleton(rangka dalam) dan eksoskeleton(angka luar). Rangka mempunyai arti penting bagi makhluk hidup khususnya manusia dan hewan. Tidak dapat dibayangkan apabila manusia dan hewan tidak mempunyai rangka. Rangka merupakan. Mengingat pentingnya,maka pembelajaran mengenai rangka hewan dan manusia perlu dilakukan di Sekolah Dasar.
  1. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
-          Bagaimana system rangka pada manusia dan hewan?
-          Apa fungsi rangka pada manusia dan hewan?
-          Bagaimana susunan rangka pada manusia dan hewan?
-          Apa saja gangguan pada rangka?
  1. Tujuan
-          Mengetahui bahasan mengenai system rangka pada hewan dan manusia
-          Mengetahui fungsi rangka pada manusia dan hewan
-          Mengetahui cara susunan rangka pada manusia dan hewan dengan baik dan benar
-          Mengetahui gangguan-gangguan apa saja yang terjadi pada rangka manusia dan hewan



BAB II
PEMBAHASAN

I.    Rangka Manusia
A.    Rangka tubuh manusia
Tubuh kita dapat berdiri tegak karena ditunjang oleh rangka. Karena letaknya di dalam tubuh, maka disebut rangka dalam (endoskeleton). Pada hewan berbuku-buku seperti udang, serangga dan kepiting, rangka terletak diluar tubuh sehinga disebut rangka luar (eksoskeleton), wujudnya berupa kulit yang mengeras.
           Rangka tubuh kita disusun oleh 3 jenis jaringan, yaitu jaringan tulang keras, jaringan tulang rawan, jaringan ikat sendi (ligamen). Tulang penysun rangka, kurang lebih berjumlah 206. Jumlah yang pasti itu ditentukan oleh umur. Rangka bayi kurang lebih berjumlah 250 buah tulang, kemudian dalam perkembangan lebih lanjut ada sejumlah tulang yang tumbuh menjadi satu. Tulang merupakan jaringan yang hidup. Ia dapat tumbuh dan memerlukan makanan. Penyusunnya terdiri dari sel-sel tulang, zat kapur (kalsium), fosfor dan zat perekat (collagen).

B.     Guna rangka
Secara umum guna rangka adalah sebagai berikut :
1.      Untuk menegakan tubuh serta menentukan bentuk tubuh.
2.      Melindungi jaringan lunak yang mudah rusak, misalnya otak, jantung, paru-paru, hati, dan jaringan saraf tulang belakang.
3.      Tempat melekatnya otot-otot rangka.
4.      Tempat pembentukan sel darah merah, keping darah dan sel darah putih.
5.      Bersama-sama dengan otot merupakan  alat gerak. Rangka disebut alat gerak pasif, sedangkan otot disebut alat gerak aktif.

Gambar 1. Rangka tubuh manusia tersusun dari 206 tulang (ediciones, 1994)
C.    Susunan rangka tubuh manusia
1)      Rangka kepala
Rangka kepala dapat kita bagi lagi menjadi tulang tengkorak (cranial) yang melindungi otak dan tulang wajah (facial). Tulang tengkorak tersusun dari 8 tulang yang kuat dan rata dengan bentuk zig-zag. Tulang-tulang yang dimaksud adalah :
-          1 tulang dahi (os frontalis)
-          2 tulang ubun-ubun (os parietalis)
-          2 tulang kepala belakang (os occipetalis)
-          2 tulang baji (os sphenoidalis)
-          2 tulang tapis (os ethmoidalis)
-          2 tulang pelipis (os temporalis)
Tulang Wajah, tersusun oleh tulang-tulang :
-          2 tulang rahang atas (os maxillare)
-          2 tulang rahang bawah (os mandibulare)
-          2 tulang pipi(os zigomaticum)
-          2 tulang langit-langit (os pallatum)
-          2 tulang hidung (os nasale)
-          2 tulang air mata (os lacrimale)
-          1 tulang mata bajak (os vomer)
-          1 tulang lidah(os hyoideus)
Tulang rahang atas (maxililla) maupun rahang bawah (mandibula) ditumbuhi gigi. Dua tulang rahang atas membentuk langit-langit, dasar lubang mata dan rongga hidung. Tulang rahang bawah, terbagi 2 ketika lahir dan menyatu setelah kira-kira satu tahun.

Gambar 2. Tulang tengkorak dilihat dari samping.
2)      Rangka badan
Rangka badan berfungsi sebagai pelindung organ-organ tubuh yang terletak dalam rongga badan, misalnya jantung dan paru-paru. Rangka badan tersusun oleh tulang belakang, tulang dada, tulang ruruk, gelang bahu, dan gelang panggul.
a)   Tulang Belakang
Tulang belakang berfungsi untuk menyangga tengkorak dan sebagai tempat perlekatan tulang-tulang rusuk. Ruas-ruas tulang belakang terdiri atas 33 buah ruas tulang yang terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
-          7 ruas tulang leher (vertebrae cervicales)
-          12 ruas tulang punggung (vertebrae thoracales)
-          5 ruas tulang pinggang (vertebrae lumbales)
-          5 ruas tulang kelangkang (os sacrum)
-          4 ruas tulang ekor (vertebrae coccigis)


Gambar 3. Tulang belakang

b)   Tulang Dada
Tulang dada pipih agak lebar, panjangnya kira-kira 15-20 cm, pada bagian bawah agak mengecil. Tulang dada bentuknya beserta tulang rusuk dan tulang punggung membentuk dinding kuat yang melindungi alat tubuh penting yang terdapat dalam rongga dada, seperti jantung dan paru-paru. Tulang dada terdiri atas :
-          Bagian hulu (manubrium sterni)
-          Bagian badan (corvus sterni)
-          Taju pedang (processus xyphiodeus)

c)    Tulang Rusuk
Tulang rusuk terdiri atas 12 pasang.Ujung belakangnya melekat pada ruas-ruas tulang belakang. Tulang rusuk dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
-          Tulang rusuk sejati (7 pasang). Ujung belakangnya melekat pada ruas-ruas tulang punggung, ujung depan melekat pada tulang dada.
-          Tulang rusuk palsu (3 pasang). Ujung belakangnya melekat pada tulang rusuk diatasnya.
-          Tulang rusuk melayang (2 pasang). Ujung belakang melekat pada ruas-ruas tulang belakang, sedangkan ujung depannya tidak melekat pada tulang manapun.



Gambar 5. Tulang rusuk dan tulang dada dilihat dari depan (ediciones, 1994)

d)     Tulang Gelang Bahu
Fungsi utama dari gelang bahu adalah tempat melekatnya sejumlah otot yang memungkinkan terjadinya gerakan pada sendi. Tulang gelang bahu terdiri atas :
-  2 tulang belikat (scapula), berukuran besar, bentuk segitiga dan pipih, terletak pada bagian belakang dari tulang rusuk.
-  2 tulang selangka (clavicula), berbentuk seperti huruf "S", berhubungan dengan tulang lengan atas (humerus) untuk membentuk persendian yang menghasilkan gerakan lebih bebas, ujung yang satu berhubungan dengan tulang dada sedangkan ujung lainnya berhubungan dengan tulang belikat.



Gambar 6. Tulang gelang dilihat dari depan (Ediciones, 1994)

e)      Tulang Gelang Panggul
   Fungsi gelang panggul terutama untuk mendukung berat badan bersama-sama dengan ruas tulang belakang, melindungi dan mendukung organ-organ bawah, seperti kandung kemih, organ reproduksi, dan sebagai tempat tumbuh kembangnya janin. Tulang gelang panggul terdiri atas :
-   2 tulang usus (os ilium)
-   2 tulang duduk (os ischium)
-   2 tulang kemaluan (os pubis)


Gambar 7. Tulang gelang panggul dilihat dari depan (Augusta, 1995)

3)      Rangka anggota gerak.
Tulang anggota gerak berupa tulang pipa dan tulang yang berhubungan satu sama lainnya dengan perantara persendian. Fungsi utamanya untuk bergerak sehingga diberi nama tulang anggota gerak.
     Rangka anggota gerak, dapat kita rinci lagi menjadi rangka anggota gerak atas dan rangka anggota gerak bawah.

a)        Rangka Anggota Gerak Atas ( lengan)
Lengan terdiri atas :
-  2 tulang lengan atas (humerus)
-  2 tulang pengumpil (ulna)
-  2 tulang hasta (radius)
-  16 tulang pergelangan tangan (os carpal)
-  10 tulang telapak tangan (os metacarpal)
-  28 ruas tulang jari tangan (phalanges)

b)     Rangka Anggota Gerak Bawah (tungkai)
Tungkai terdiri atas :
-  2 tulang paha (femur)
-  2 tulang tempurung lutut (patella)
-  2 tulang kering (tibia)
-  2 tulang betis (fibula)
-  14 tulang pergelangan  kaki (tarsal)
-  10 tulang telapak kaki (meta tarsal)
-  28 ruas tulang jari kaki (phalanges)



Gambar 8. Tulang gerak atas dan gerak bawah
D.    Bentuk dan struktur tulang
Tulang terdiri dari sel-sel hidup yang mendapatkan makan dari pembulu darah sehingga dapat terus tumbuh sampai mencapai tinggi yang maksimal. Juga memungkinkan memperbaiki tulang bila patah atau rusak.
           Bebarapa tulang berisi substansi yaitu sum-sum tulang di dalamnya inilah sel darah merah dan sel darah putih dibentuk. Dalam tulang juga menyimpan mineral, kalsium dan fosfor dapat diambil bila tubuh memerlukannya.
1.    Bentuk tulang
     Tulang mulai berkembang  dalam janin selama minggu pertama masa kehamilan. Sebagian besar merupakan tulang rawan dan secara berangsur-angsur diganti dengan jaringan ikat yang mengeras kemudian menjadi tulang. Proses yang disebut osifikasi berkembang sampai usia 20 tahun yang berkembang yaitu tulang rawan sebagai pusat pembentukan tulang.
Menurut bentukny
a tulang dibedakan menjadi :
·        Tulang pipa, bentuknya seperti pipa dan didalamnya berisi sum-sum kuning.
Contoh : tulang lengan, tulang paha, dan tulang lengan atas.
·        Tulang  pipih, tulang yang berbentuk pipih dan didalamnya berisi sum-sum merah
Contoh : tulang dada, tulang rusuk, tulang belikat dan tulang panggul.
·        Tulang pendek, bentuknya pendek, didalamnya berisi sum-sum merah.
Contoh : tulang-tulang pergelangan kaki dan tangan, ruas-ruas tulang belakang dan tulang-tulang jari tangan  atau kaki.

2.    Struktur tulang
Bagian terluar dari tulang diliputi oleh periosteum, yaitu lapisan jaringan pengikat yang kuat merupakan tempat melekatnya otot dan mengandung banyak pembulu darah yang memberi makan bagi tulang. Jaringan tersebut menyelubungi semua permukaan tulang, kecuali yang menghubungkan dengan tulang dengan sendi. Di bawah periosteum terdapat lapisan jaringan padat yang disebut tulang kompak jika irisan jaringan ini di amati dengan mikroskop terdiri dari lingkaran yang berlapis-lapis. Tiap lapisan mengelilingi saluran havers yang berisi pembulu darah dan saraf. Sel-sel tulang (osteosit) melekat dalam kerangka keras yang berupa lingkaran-lingkaran tadi. Lingkaran tersebut terbuat dari serat collagen dan diperkuat oleh mineral yang mengandung kalsium karbonat dan kalsium fosfat. Di sebelah dalam dari tulang kompak terdapat lapisan jaringan tulang spons. Pda tulang spons ini terdapat garis tulang (trabecular) yang tersusun untuk menahan berat dan tekanan.
Pada tulang pipa, setelah lapisan tulang spons terdapat lubang. Pada bayi dan anak-anak   berisi sum-sum tulang merah. Seiring berjalanya waktu dan berjalanya usia sum-sum merah menjadi sum-sum lemak kuning. Pada orang dewasa sum-sum merah hanya ditemukan pada ujung atas tulang langan atas dan tulang paha atas, bagian tengkorak, bagian tulang belakang, rusuk, tulang dada dan tulang usus. Tubuh kita mengatur memproduksi sel-sel darah putih untuk memeranginya sesuai dengan keadaan kita jika kita terserang penyakit.



Gambar 9. Struktur tulang
E.     Hubungan antar tulang.
Seperti telah kita ketahui bersama, rangka tubuh kita tersusun dari 206 buah tulang. Tulang tersebut saling berhubungan satu sama lainnya. Hubungan antara tulang disebut sendi. Jika hubungan antar tulang itu tidak dapat digerakan, disebut sendi mati. Misalnya, antar tulang penyusun tengkorak. Jika dapat digerakan kemungkinan kecil sekali, disebut sendi kejur atau sendi kaku. Contohnya antara hubungan tulang rusuk dan tulang dada, yang dianytaranya terdapat tulang rawan. Sedangkan hubungan antar tulang yang dapat digerakan dengan bebas disebut sendi gerak. Contohnya antara hubungan tulang lengan dengan tulang bahu.persendian di dalam tubuh kita memiliki kuramg lebih 70 sendi.
           Antara tulang dan sendi diliputi oleh tulang rawan terdapat rongga sendi yang berisi cairan atau pelumas yang disebut minyak send
i atau minyak synovial.


Gambar 10. Skema macam-macam hubungan antar tulang (Augusta, 1995)

Berdasarkan macam geraknya sendi, gerak dapat kita bedakan lagi menjadi :
  1. Sendi putar (sendi guling), tulang yang satu memutari tulang yang lain sebagai poros.
    Misalnya tulang pengumpil dengan tulang hasta, tulang atlas (tulang penyangga tengkorak) dengan tulang pemutar.
  2. Sendi engsel, gerakanya seperti engsel pada jendela atau pintu yang hanya bisa satu arah.
    Misalnya ruas-ruas jari, siku dan lutut.
  3. Sendi peluru, ujung tulang yang berbentuk bonggol dan ujung tulang yang lainya berbuntuk lekukan yang sesuai dengan ukuranya, geraknya dapat kesegala arah.
    Misalnya tulang paha dengan gelang panggul.
  4. Sendi pelana (sendi geser), gerakanya kedua arah seperti orang naik kuda di atas pelana. Permukaan tulang yang bergerak berbentuk datar. Misalnya sendi yang pada ruas-ruas tulang belakang, sendi antara tulang telapak tangan dengan pergelangan tangan.

F.     Menjaga kesehatan tulang
Sebagian besar jarinagn tulang tersusun dari perpaduan serat collagen dan mineral. Collagen memberikan kekuatan dan kelenturan, sedangkan mineral dapat mengeraskan tetapi bisa menjadi penyebab patahnya tulang.
           pertumbuhan kesehatan tulang tergantung mineral dan fosfor yang memadai. Anak- anak dan ibu hamil banyak membutuhkan mineral-mineral dalam makanannya. Jika anak jarang berjemur sinar matahari dan kekurangan mineral maka tulanya akan mudah bengkok bila mendapat tekanan. Pertumbuhan tidak normal tersebut disebut rachitis. Tambahkan kalsium dan vitamin C dengan dosis tinggi untuk menguatkan tulang. Pada lansia biasanya terjadi pengikisan, penipisan tulang yang disebut osteoporosis, dapat dicegah dengan olah raga teratur, pemberian kalsium secara teratur, dan pemberian hormone estrogen unt
uk mencegah osteoposis.


G.    Kelainan dan gangguan pada tulang dan sendi
1.      Kelainan dan gangguan pada sendi
Tiap-tiap sendi dibungkus dengan selaput sendi dan diperkuat dibagian luarnya oleh jaringan ikat sendi. Apabila sendi mengalami infeksi, rongga sendi akan diisi oleh suatu cairan yang disebut getah radang. Setiap gerakan pada sendi ini menimbulkan rasa sakit, keadaan ini disebut artitis eksudatif. Sebaliknya, hal seperti tadi juga dapat mengakibatkan kekurangan minyak sendi, sehingga pada waktu sendi digerakkan seperti berderik-derik dan menimbulkan rasa nyeri, keadaan seperti ini disebut artitis sika.
     Sobeknya selaput sendi disebut memar, sedangkan lepasnya ujung tulang sendi disebut urai sendi atau dislokasi.



Gambar 12. Kelainan bentuk tulang belakang.
2.      Kelainan dan gangguan pada tulang
  Tulang yang patah disebut fraktura. Bila patahnya tulang tidak merobek kulit pembungkusnya disebut fraktura tertutup. Dan sebaliknya jika mencuat kekulit disebut fraktura terbuka. Bila lebih dari satu patahan pada sebuah tulang disebut fraktura berganda. Bila patah tulang terjadi pada anak-anak yang masih bertulang lentur dapat menyebabkan patahan tidak bersih dan tidak lengkap, ini disebut fraktura sebagian.
  Tulang mengandung sel-sel pembentuk tulang (osteoblast) dan sel-sel penghancur tulang (osteoklas). Bila tulang patah, osteoklas menghancurkan tulang  yang rusak dan osteoblas membentuk jaringan tulang yang baru.
  Pada setiap tulang yang masih hidup, terdapat selaput tulang (periosteum) yang bertugas menumbuhkan tulang. Jika periosteum ini rusak, bagian tulang yang tidak lagi memperoleh makanan dari perosteum menjadi mati dan mongering, keadaan seperti ini disebut nekrosis. Periosteum mampu pula menyambung tulang yang patah. Sambungan ini disebut kalus. Bila tulang ini hanya retak saja, maka kalus dibentuk dengan cepat, letaknya tulang disebut dengan fisura.
  Kebiasaan duduk atau berdiri yang salah dapat pula mengakibatkan kelainan bentuk tulang belakang. Misalnya terjadi scoliosis, tulang belakang bengkok kekanan atau kekiri. Kifosis, tulang belakang membongkok. Lordosis, tulang belakang bagian pinggang membengkok kebelakang dan bagian punggung membengkok kedepan. Kelainan tulang ini dapat dilihat dengan foto sinar X (foto rontgen)
  Infeksi TBC tulang, rahitis, membawa beban dipundak, dapat pula menyebabkan cacat tulang punggung seperti diatas. Infeksi spilis pada anak dalam kandungan dapat pula mengakibatkan rusaknya cakra epifisise sehingga tulang anggota geraknya menjadi layuh. Keadaan tidak bertenaga ini disebabkan oleh layuhnya tulang, atau disebut layuh semu.

H.  Percobaan dan pengamatan
1)  Hubungan tinggi badan dan waktu
     Pada saat bangun pagi, mintalah bantuan seseorang untuk mengukur tinggi badan anda. Berdirilah dengan punggung merapat kedinding. Rapatkan kaki anda, dan pandangan lurus kedepan ketika diukur. Catat berapa tinggi anda. Sebelum pergitidur malam harinya lakukan hal yang sama. Apa yang anda temukan ?
     Tulang punggung dipisahkan oleh jaringan yang lunak sebagai peredam kejut. Selama siang hari, gaya grafitasi menarik tulang belakang kebawah. Sebagai akibatnya cakram kehilangan air sehingga menjadi sedikit tipis. Hasilnya ketika akan tidur anda akan sedikit lebih pendek dibandingkan dengan saat bangun tidur dipagi hari.
2)  Tulang keras dan tulang rawan
     Pada waktu kita masih muda, tulang-tulang kita relatif lunak dan lentur. Ini karena tulang rawan didalamnya belum mengalami pengendapan mineral dan mengeras menjadi tulang
4)      Membuat mitela
     Kain pengikat terbuat dari mitela segitiga. Untuk latihan kita dapat menggunakan kain scarf yang besar. Topang tangan yang sakit dengan lipatan scarf dan ikatkan ujungnya dibelakang leher dan bahu.
     Anda juga dapat mencegah lengan atau kaki yang patah dari kerusakan yang lebih parah dengan  menggunakan papan bidai untuk meneguhkan posisi tulang. Dalam keadaan darurat, ini dapat dibuat dari sepotong kayu, kertas Koran atau majalah. Pengikatnya dapat menggunakan scarf atau sabuk. Hal yang perlu diperhatikan, papan bidai harus cukup panjang untuk menutupi tulang yang patah dan sendi didekatnya.

I.     Cara mengajarkan rangka manusia di SD
     Untuk mengajarkan bahasan tentang rangka manusia dapat dilakukan dengan pendekatan pemecahan masalah melalui metode diskusi dan observasi . kemudian anda mengajukan pertanyaan seperti :
1)    Apa yang akan terjadi jika kita tidak memiliki rangka tubuh?
2)    Apakah sikap tubuh tertentu dapat mempengaruhi pertumbuhan rangka?
3)    Bagaimanakah bentuk rangka tubuh kita?
Siswa akan mengajukan berbagai macam jawaban dan jawaban tersebut dikenal sebagai jawaban sementara atau hipotesis. Untuk membuktikan kebenaran jawaban ajak siswa untuk mengamati tubuhnya sendiri.
Selanjutnya lakukan diskusi klasikal misalnya mendiskusikan bahwa rangka tubuh tertentu melindungi organ tubuh tertentu.
Agar siswa dapat mengambil kesimpulan dengan tepat, sebaiknya anda melakukan bimbingan dalam penarikan kesimpulan untuk masing-masing kegiatan yang dilakukan. Selanjutnya tugas siswa untuk membuat laporan singkat dari kegiatan-kegiatan yang dilakukanya. Untuk melatih kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi, sebaiknya laporan ditulis dalam kelompok kecil, tetapi stiap siswa harus memiliki salinannya.
                        

2 komentar:

Anonim mengatakan...

makasih mbak unyu

rudi chum mengatakan...

Izin nyimak ya mbak.